DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ketika Kamu Tidak Tahu, Tapi Tidak Mau
Tahu
Ada satu keadaan yang sering tidak disadari manusia — bukan
sekadar tidak tahu, tetapi tidak mau tahu bahwa dirinya tidak tahu.
Inilah salah satu penyakit paling halus dalam diri manusia.
Penyakit yang tidak terlihat, tapi perlahan menutup pintu kesadaran.
★ ★ ★
Tidak Tahu Itu Manusiawi
Setiap manusia lahir dalam keadaan tidak
tahu. Ia belajar berjalan, berbicara, memahami dunia — semua dimulai dari
ketidaktahuan. Dalam hal ini, tidak tahu bukanlah masalah.
Bahkan dalam perjalanan ilmu dan spiritual, tidak tahu adalah
awal dari pencarian. Ia adalah pintu menuju pemahaman.
★ ★ ★
Masalahnya: Tidak Mau Tahu
Yang menjadi masalah adalah ketika
seseorang:
•
Tidak tahu,
•
Tapi tidak mau mencari
tahu,
•
Bahkan merasa sudah
cukup dengan dirinya.
Tidak tahu + tidak mau tahu
≠ Tidak tahu + mau belajar
Orang yang tidak tahu tapi mau belajar
masih punya harapan. Sedangkan orang yang tidak tahu dan tidak mau tahu, ia
telah menutup pintunya sendiri.
★ ★ ★
Hijab yang Tak Terlihat
Dalam perjalanan batin, keadaan ini disebut
sebagai hijab — tirai yang menutup hati. Bukan karena tidak ada kebenaran,
tetapi karena hati tidak lagi ingin melihat.
Seseorang bisa:
•
Mendengar kebenaran,
tapi menolaknya
•
Melihat tanda-tanda,
tapi mengabaikannya
•
Merasakan kekosongan,
tapi tidak mau mengakuinya
Semua karena satu hal: ego (nafsu).
★ ★ ★
Tidak Mengenal Diri
Ketika seseorang tidak mau tahu, ia
sebenarnya:
•
Tidak mengenal dirinya
sendiri
•
Tidak memahami tujuan
hidupnya
•
Tidak menyadari dari
mana ia datang dan ke mana ia akan kembali
Ia hidup, tapi tanpa arah. Bergerak,
tapi tanpa kesadaran.
★ ★ ★
Awal dari Kesadaran
Kesadaran sejati dimulai dari satu hal
sederhana:
Mengakui bahwa diri ini belum tahu.
Dari pengakuan itu lahir:
•
Keinginan untuk mencari
•
Kerendahan hati untuk
belajar
•
Kesungguhan untuk
memahami
Dan dari situlah perjalanan sebenarnya
dimulai.
★ ★ ★
Renungan
Masalah terbesar manusia bukanlah kebodohan.
Tetapi kesombongan yang membuatnya
tidak mau keluar dari kebodohan itu.
Orang yang tidak tahu masih bisa sampai,
tetapi orang yang tidak mau tahu akan tetap tersesat
dalam dirinya sendiri.
★ ★ ★
Penutup
Jika hari ini kita merasa belum tahu, itu
bukan aib. Yang menjadi aib adalah ketika kita berhenti mencari.
Maka bertanyalah pada diri sendiri:
“Apakah aku benar-benar belum
tahu…
atau aku sebenarnya tidak mau
tahu?”
Dari pertanyaan itulah, jalan akan mulai
terbuka.
— Aamiin —
Dayah ب
Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →