DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ketika Ilmumu Tinggi, Tapi Kakimu Tetap
di Bumi
“Ketika ilmumu sudah memadai, kakimu tetap di bumi,
tetapi dirimu hidup di alam dimensi.”
Kalimat ini bukan tentang khayalan, bukan pula tentang
meninggalkan dunia. Ini adalah gambaran halus tentang keseimbangan antara zahir
dan batin — antara hidup di dunia, namun hati terhubung dengan sesuatu yang
lebih tinggi.
♥ ♥ ♥
1. Ilmu
yang Memadai Bukan Puncak
Banyak orang mengira bahwa ketika ilmu
sudah tinggi, perjalanan telah selesai. Padahal justru sebaliknya.
Ilmu yang memadai hanyalah pintu:
dari tahu → menuju sadar
dari sadar → menuju melihat
dari melihat
→ menuju merasakan
Ilmu bukan tujuan akhir, tetapi jalan
menuju kehidupan batin yang lebih dalam.
♥ ♥ ♥
2. Kakimu
Tetap di Bumi
Ini adalah penjagaan terbesar. Artinya:
•
tetap hidup seperti
manusia biasa
•
tetap bekerja,
berkeluarga, dan bermasyarakat
•
tetap menjalankan
syariat tanpa meninggalkannya
Orang yang benar dalam ilmu: tidak terbang dari dunia, tetapi
tetap berpijak dengan kuat di atasnya.
Ini tanda tawadhu’ (rendah hati) dan
keseimbangan.
♥ ♥ ♥
3. Dirimu
Hidup di “Aalam Dimensi”
Yang dimaksud bukan berpindah tempat secara
fisik, tetapi perubahan cara melihat dan merasakan hidup. Seorang yang sampai
pada tahap ini:
•
melihat dunia tidak lagi
sebagai tujuan
•
merasakan kehadiran
Allah dalam setiap keadaan
•
hatinya hidup dalam
kesadaran yang lebih luas
Ia hidup di dunia, tapi hatinya tidak
terikat oleh dunia.
Dalam tasawuf, ini mendekati keadaan
muraqabah (merasa diawasi Allah) dan musyahadah (menyaksikan dengan hati).
♥ ♥ ♥
4. Tidak
Lari dari Dunia, Tapi Tidak Tenggelam
Kesalahan sebagian orang:
•
ingin “tinggi”, tapi
meninggalkan dunia
•
atau tenggelam dalam
dunia, lalu melupakan Allah
Padahal jalan yang benar adalah: berada di tengah — tidak
terikat, tapi juga tidak meninggalkan.
Ia bekerja, tapi hatinya tidak diperbudak
pekerjaan. Ia memiliki, tapi tidak dimiliki.
♥ ♥ ♥
5. Tanda-Tanda
Orang yang Sampai pada Tahap Ini
•
Tenang dalam kesibukan
•
Tidak mudah goyah oleh
pujian atau hinaan
•
Melihat segala sesuatu
sebagai tanda (ayat)
•
Lebih banyak diam
daripada berbicara tanpa makna
•
Hidupnya sederhana, tapi
dalamnya luas
Ia seperti berjalan di bumi, tapi
hatinya “melihat langit”.
♥ ♥ ♥
6. Kesimpulan
Kalimat ini mengajarkan satu hal penting:
Tingginya ilmu bukan membuatmu meninggalkan dunia, tetapi
membuatmu tidak lagi diperbudak oleh dunia.
Dan hakikatnya:
Kakimu tetap
di bumi agar tidak sombong, dan hatimu
hidup di dimensi agar tidak lalai.
♥ ♥ ♥
Penutup
Jika suatu saat ilmumu bertambah, jangan
sampai kakimu terangkat dari bumi.
Tetaplah sederhana. Tetaplah rendah hati. Tetaplah
menjadi manusia.
Karena yang benar-benar sampai bukan yang “tinggi
terlihat”,
tetapi yang dalam tanpa terlihat.
— Aamiin —
Dayah ب
Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →