Semua Kalam Hikmah Tasawuf Suluk Pengembangan Diri Spiritualitas

Asal Usul Tarekat Alfatihah Al Majid

 DAYAH ب GONG

TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID

    

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Asal Usul Tarekat Alfatihah Al Majid

Tarekat Alfatihah Al Majid bermula daripada perjalanan seorang guru yang menimba ilmu daripada dua ulama besar Aceh, yaitu Ayahanda Tu Sop — seorang ulama ‘alim dan mursyid yang tersohor ilmunya di bumi Serambi Mekkah — serta Ayahanda Ibrahim Indrapuri, seorang ahli makrifat yang tinggi maqamnya dalam ilmu suluk dan rahasia ketuhanan.

Dari kedua lautan ilmu itulah, guru kami menyelam ke dalam samudra hakikat dan makrifat. Beliau menempuh jalan panjang penyucian diri (tazkiyatun nafs), sehingga pada suatu masa terbukalah baginya futuh ilahi, yakni pembukaan dari Allah Yang Maha Rahim.

Dalam peristiwa itu, beliau menyaksikan nur hijau turun dari langit ke bumi sebanyak tiga kali. Kejadian ini menjadi tanda bahwa pembukaan tersebut bukan sekadar hasil ilmu bacaan atau pengkajian semata, tetapi merupakan futuh rabbani, yaitu pembukaan langsung dari Allah yang menyingkap hijab antara zahir dan batin.

Warna hijau melambangkan ketenangan, rahmat, dan cahaya kehidupan. Hijau juga dikenal sebagai warna syurga dan simbol hati yang hidup dengan zikir kepada Allah.

Dari futuh inilah lahir nama Tarekat Alfatihah Al Majid, yang bermakna:

Jalan kembali kepada Allah melalui rahasia Al-Fatihah yang dimuliakan.

Tarekat ini bukan sekadar jalan zikir, tetapi sebuah jalan kebangkitan rohani umat di akhir zaman, sebagai warisan dari para ulama Aceh terdahulu yang menghidupkan ilmu syariat, hakikat, dan makrifat dalam satu kesatuan.


 Futuh Ilahi dan Cahaya Hijau

Adapun yang dinamakan Futuh Ilahi adalah pembukaan yang diberikan oleh Allah Ta‘ala kepada hati seorang hamba yang telah disucikan dari segala kekotoran hawa nafsu.

Futuh bukanlah hasil belajar semata, bukan pula anugerah dari akal atau hafalan. Ia adalah pembukaan langsung dari Allah Yang Maha Membuka (Al-Fattāḥ) kepada kalbu yang telah siap menerima nur-Nya.

Dalam perjalanan guru kami, setelah beliau menempuh suluk dan mujahadah yang panjang, berkhidmat kepada para ulama dan mursyid, serta menyelami tafsir maknawi dari Surat Al-‘Ashr, terbukalah baginya sebuah rahasia besar yang disebut Futuh Ilahi.

Pada saat itu beliau menyaksikan cahaya hijau turun dari langit ke bumi sebanyak tiga kali.

Cahaya itu bukan cahaya duniawi, melainkan nur rabbani yang menggetarkan seluruh jiwa dan menandakan turunnya izin langit untuk membuka sebuah jalan rohani bagi manusia di akhir zaman.


🌾 Makna Cahaya Hijau

Cahaya hijau yang terlihat sebanyak tiga kali mengandung isyarat kehidupan dan rahmat Ilahi.

Hijau adalah warna hati yang hidup, warna syurga, dan lambang kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Makna dari tiga cahaya tersebut adalah:

Hijau pertama
Melambangkan pembukaan hati, yaitu lahirnya kesadaran akan hakikat diri dan hakikat Tuhan.

Hijau kedua
Melambangkan pembukaan ruh, yakni terbukanya mata batin untuk melihat dengan nur Allah.

Hijau ketiga
Melambangkan pembukaan sirr, yaitu rahasia terdalam antara hamba dengan Rabb-nya, tempat turunnya ilham dan kalam ruhani.

Ketika ketiga cahaya itu menyatu, maka terjadilah apa yang disebut tajalli al-majid, yaitu penampakan kemuliaan Allah pada hamba yang dipilih-Nya.

Dari sinilah lahir nama Alfatihah Al Majid, sebagai simbol pembukaan dari rahasia Al-Fatihah yang dibukakan oleh Allah Yang Maha Mulia (Al-Majid).


🌸 Futuh sebagai Amanah

Futuh bukanlah sekadar karamah atau keistimewaan pribadi, tetapi sebuah amanah besar.

Ia adalah tanggung jawab untuk menghidupkan manusia dari kelalaian kepada zikir, dari kegelapan kepada cahaya, dan dari keterpisahan menuju pengenalan kepada Allah.

Guru kami memahami bahwa turunnya cahaya hijau tiga kali itu merupakan isyarat perintah untuk mendirikan sebuah jalan tarekat.

Bukan sebagai klaim pribadi, tetapi sebagai jalan rahmat bagi manusia yang haus akan makna kehidupan dan ingin mengenal Tuhannya.

Maka dari situlah lahir Tarekat Alfatihah Al Majid, sebagai jalan cahaya hijau — jalan kehidupan, ketenangan, dan kebangkitan rohani bagi manusia di akhir zaman.



Dayah ب Gong  •  Tarekat Alfatihah Al-Majid


Komentar ()

Tulis komentar →