📖 KITAB BAIT TAREKAT ALFATIHAH AL MAJID
Sebagai Manhaj Muhasabah dan Ujian Suluk
Muqaddimah (Pendahuluan)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, yang membuka jalan bagi hamba-Nya menuju makrifat dan kedekatan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ, yang menjadi jalan terang bagi para salik menuju Allah.
Adapun kitab ini disusun sebagai bait (butir-butir pertanyaan ruhani) dalam Tarekat Alfatihah Al Majid, yang berfungsi sebagai:
- Cermin muhasabah bagi hati
- Ujian kejujuran dalam suluk
- Panduan dalam perjalanan menuju Allah
Ketahuilah, bahwa perjalanan ini bukan perjalanan jasad, melainkan perjalanan hati. Maka barangsiapa menjawab bait ini dengan jujur, niscaya ia akan mengenal dirinya, dan barangsiapa mengenal dirinya, niscaya ia akan dibimbing mengenal Tuhannya.
BAB I: BAIT ILMU
Ilmu adalah awal perjalanan. Namun ilmu tanpa penghayatan hanya akan menjadi beban.
Pertanyaan:
- Apa yang engkau cari dalam perjalanan ini: Allah atau selain-Nya?
- Apakah ilmumu menundukkan dirimu atau justru meninggikan egomu?
- Sudahkah engkau membedakan antara mengetahui dan menyadari?
- Ilmu mana yang engkau utamakan: dunia atau akhirat?
- Ketika tidak paham, apakah engkau bertanya atau merasa cukup?
BAB II: BAIT TAUBAT
Taubat adalah pintu masuk. Tanpa taubat, perjalanan tertutup.
Pertanyaan:
6. Apakah engkau menyesal karena dosa atau hanya karena akibatnya?
7. Apakah engkau meninggalkan dosa karena Allah atau karena keadaan?
8. Ketika terjatuh kembali, apakah engkau bangkit atau menyerah?
9. Apakah hatimu lebih mengingat dosa atau rahmat Allah?
BAB III: BAIT BERSIH HATI
Hati adalah wadah. Jika kotor, maka cahaya tidak akan masuk.
Pertanyaan:
10. Apakah hatimu masih menyimpan iri, dengki, dan sombong?
11. Apa yang engkau rasakan saat orang lain lebih baik darimu?
12. Apakah engkau sibuk memperbaiki hati atau menilai orang lain?
13. Apakah engkau tetap menjaga hati saat tidak ada yang melihat?
BAB IV: BAIT IBADAT
Ibadah adalah jalan mendekat, bukan sekadar rutinitas.
Pertanyaan:
14. Apakah ibadahmu lahir dari cinta atau sekadar kewajiban?
15. Saat beribadah, apakah hatimu hadir atau lalai?
16. Apakah engkau mencari Allah atau hanya pahala?
17. Apakah engkau tetap istiqamah tanpa pujian manusia?
BAB V: BAIT IKHTIAR
Ikhtiar adalah bukti kesungguhan hamba.
Pertanyaan:
18. Apakah engkau telah berusaha dengan sungguh-sungguh?
19. Apakah usahamu berada dalam jalan yang diridhai Allah?
20. Ketika gagal, kepada siapa engkau kembali?
BAB VI: BAIT TAWAKAL
Tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah.
Pertanyaan:
21. Apakah engkau benar-benar berserah atau masih bergantung pada makhluk?
22. Apakah hatimu goyah ketika hasil tidak sesuai harapan?
23. Mana yang lebih engkau percaya: rencanamu atau ketentuan Allah?
BAB VII: BAIT RIDHA
Ridha adalah menerima dengan lapang dada segala ketetapan Allah.
Pertanyaan:
24. Apakah engkau menerima takdir atau hanya terpaksa menjalaninya?
25. Apakah engkau melihat musibah sebagai hukuman atau kasih sayang?
26. Apakah engkau tetap tenang saat kehilangan?
BAB VIII: BAIT SABAR
Sabar adalah kekuatan dalam ujian.
Pertanyaan:
27. Apakah sabarmu hanya di lisan atau sampai ke hati?
28. Saat diuji, apakah engkau mendekat atau menjauh dari Allah?
29. Apakah engkau sabar dalam taat atau hanya dalam penderitaan?
BAB IX: BAIT SYUKUR
Syukur adalah tanda mengenal nikmat.
Pertanyaan:
30. Apakah engkau hanya bersyukur saat diberi nikmat?
31. Apakah engkau menggunakan nikmat untuk mendekat kepada Allah?
32. Apakah engkau melihat nikmat kecil sebagai karunia besar?
BAB X: BAIT ISTIQAMAH
Istiqamah adalah tanda kejujuran perjalanan.
Pertanyaan:
33. Apakah engkau tetap berjalan walau tanpa pengakuan?
34. Apakah engkau berubah karena keadaan?
35. Ketika lelah, apakah engkau berhenti atau terus melangkah?
BAB XI: BAIT MAQAM ZIKIR
Ini adalah puncak perjalanan ruhani.
Pertanyaan:
36. Apakah engkau memahami “La Ma‘buda illa Allah”?
37. Apakah tujuan hidupmu telah “La Maqsuda illa Allah”?
38. Apakah dalam hatimu masih ada selain Allah yang engkau agungkan?
39. Siapa yang mengenal dalam dirimu: dirimu atau Allah?
BAB XII: BAIT HAKIKAT
Hakikat adalah akhir dari perjalanan dan awal dari kesadaran sejati.
Pertanyaan:
40. Jika engkau dipanggil hari ini, apakah engkau siap?
41. Apa yang tersisa dalam hatimu selain Allah?
42. Apakah perjalananmu menuju Allah atau masih berputar pada dirimu?
Khatimah (Penutup)
Ketahuilah, bahwa bait ini bukan untuk dijawab dengan lisan, tetapi dengan hati.
Barangsiapa jujur dalam menjawabnya, maka ia akan melihat kekurangan dirinya.
Dan barangsiapa melihat kekurangan dirinya, maka ia akan dekat kepada Allah.
Semoga kitab ini menjadi cahaya bagi para salik, penuntun bagi yang mencari, dan pengingat bagi yang lalai.
Wallahu a‘lam.
Komentar ()
Tulis komentar →