DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Kalam Hikmah: Memahami Makna Adil Sebelum Menuntut Keadilan
“Manusia yang belum mengerti makna adil selalu menuduh orang lain tidak adil. Makna adil ialah: meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maka hanya orang-orang yang sempurna sajalah yang mampu menjalankan keadilan.”
Di zaman ini, kata “adil” sering diucapkan, tetapi jarang dipahami.
Banyak orang merasa dirinya dizalimi, lalu dengan mudah berkata:
“Ini tidak adil…”
Namun Kalam Hikmah ini membuka tabir yang lebih dalam:
Bukan dunia yang tidak adil, tetapi manusia yang belum memahami makna adil.
1. Menuduh Sebelum Memahami
Salah satu sifat manusia adalah:
Cepat menilai
Lambat memahami
Ketika sesuatu tidak sesuai keinginannya, ia langsung berkata:
Orang lain tidak adil
Keadaan tidak adil
Bahkan takdir pun dianggap tidak adil
Padahal bisa jadi:
Ia sendiri belum memahami apa itu keadilan.
2. Hakikat Adil: Meletakkan Sesuatu pada Tempatnya
Makna adil dalam Kalam ini sangat dalam dan sederhana:
Adil adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Artinya:
Memberi hak sesuai porsinya
Bertindak sesuai keadaan
Menempatkan sesuatu sesuai hikmahnya
Contoh sederhana:
Tegas pada tempatnya → adil
Lembut pada tempatnya → adil
Diam pada tempatnya → adil
Namun jika salah tempat:
Lembut saat harus tegas → tidak adil
Diam saat harus bicara → tidak adil
3. Kenapa Sulit Bersikap Adil?
Karena keadilan membutuhkan:
Ilmu → agar tahu mana yang benar
Hikmah → agar tahu kapan dan bagaimana
Hati yang bersih → agar tidak dipengaruhi nafsu
Tanpa ini, manusia akan:
Membela dirinya sendiri
Mengikuti perasaan
Mengutamakan kepentingannya
Sehingga keadilan berubah menjadi pembenaran diri.
4. Hanya yang Sempurna Mampu Menjalankan Keadilan
Kalam ini menegaskan:
Hanya orang-orang yang sempurna yang mampu menjalankan keadilan.
Maksudnya bukan manusia menjadi sempurna seperti tanpa dosa, tetapi:
Mendekati kesempurnaan dalam ilmu
Bersih dalam hati
Lurus dalam niat
Semakin seseorang dekat dengan Allah, maka:
Pandangannya semakin jernih
Keputusannya semakin tepat
Sikapnya semakin adil
5. Kaitan dengan Jalan Suluk (4M + 2B)
Dalam manhaj Tarekat Alfatihah Al Majid:
Mencari → mencari makna keadilan
Memahami → memahami posisi diri dan orang lain
Mengkaji → melihat apakah diri sudah adil
Mendalami → melatih diri bersikap adil
Dan disempurnakan dengan:
Berpikir → agar tidak tergesa menilai
Berzikir → agar hati tidak dikuasai nafsu
Penutup: Inti Hikmah
Jangan sibuk menuntut keadilan dari orang lain, sebelum engkau mampu bersikap adil terhadap dirimu sendiri.
Karena sering kali:
Kita ingin dipahami, tapi tidak mau memahami
Kita ingin diperlakukan adil, tapi belum bisa berlaku adil
Mulailah dari diri:
Adil dalam niat
Adil dalam perkataan
Adil dalam perbuatan
Maka perlahan,
engkau akan memahami bahwa keadilan bukan sekadar tuntutan,
tetapi jalan menuju kedekatan dengan Allah Yang Maha Adil.
Dayah ب Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →