DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Membuang Waktu, Membuang Masa Depan
Kalam Hikmah:
"Ketika kamu membuang waktu, bukan waktu saja yang terbuang, akan tetapi masa depanmu yang melayang. Membuang waktu sama dengan menzalimi diri sendiri."
1. Waktu: Nikmat yang Paling Sering Diabaikan
Di antara semua nikmat yang Allah berikan kepada manusia,
ada satu nikmat yang paling sering disia-siakan, yaitu waktu.
Harta bisa dicari kembali.
Ilmu bisa dipelajari kembali.
Bahkan kesehatan terkadang bisa dipulihkan.
Namun waktu?
Sekali ia pergi,
tidak akan pernah kembali.
Anehnya, manusia sering merasa kehilangan saat harta hilang,
tetapi tidak merasa apa-apa saat waktunya hilang begitu saja.
Padahal sejatinya,
yang paling berharga dalam hidup bukan apa yang kita miliki,
tetapi berapa waktu yang kita gunakan dengan benar.
2. Waktu yang Terbuang, Masa Depan yang Hilang
Banyak orang berpikir bahwa membuang waktu hanya sekadar kehilangan beberapa jam.
Padahal tidak.
Setiap waktu yang terbuang sebenarnya adalah:
kesempatan yang hilang
potensi yang tidak berkembang
masa depan yang tidak jadi terbentuk
Bayangkan seseorang yang setiap hari menunda:
belajar
memperbaiki diri
mendekat kepada Allah
Hari demi hari berlalu.
Tidak terasa, bertahun-tahun hilang tanpa perubahan.
Lalu ia bertanya:
"Kenapa hidupku begini-begini saja?"
Jawabannya sederhana:
karena ia tidak kehilangan hidupnya sekaligus,
tetapi kehilangan hidupnya sedikit demi sedikit melalui waktu yang disia-siakan.
3. Membuang Waktu Adalah Bentuk Kezaliman
Dalam pandangan lahir, membuang waktu terlihat biasa saja.
Namun dalam pandangan batin, ini adalah kezaliman terhadap diri sendiri.
Kenapa?
Karena:
Allah memberikan waktu sebagai amanah
waktu adalah sarana untuk mendekat kepada-Nya
waktu adalah ladang untuk memperbaiki diri
Ketika seseorang menyia-nyiakan waktu,
berarti ia telah:
menutup peluang kebaikan
menghambat pertumbuhan dirinya
menjauhkan dirinya dari tujuan hidup
Itulah sebabnya disebut zalim,
karena ia merugikan dirinya sendiri tanpa ia sadari.
4. Penyebab Manusia Menyia-nyiakan Waktu
Jika kita renungkan, ada beberapa sebab utama:
a. Merasa Masih Banyak Waktu
Manusia sering berkata:
"Nanti saja..."
Padahal tidak ada yang tahu:
apakah “nanti” itu masih ada atau tidak.
b. Tidak Punya Tujuan Hidup
Orang yang tidak punya arah,
akan mudah menghabiskan waktunya tanpa makna.
Karena ia tidak tahu:
untuk apa ia hidup, dan ke mana ia akan pergi.
c. Terlalu Tenggelam Dalam Dunia
Hiburan, kesenangan, dan kelalaian
sering membuat manusia lupa bahwa hidup ini terbatas.
Ia sibuk menikmati waktu,
tanpa sadar waktu sedang menghabisinya.
5. Cara Menjaga Waktu (Jalan Perubahan)
Jika waktu begitu berharga, lalu bagaimana menjaganya?
1. Sadari Nilai Waktu
Mulailah melihat waktu sebagai amanah, bukan sekadar sesuatu yang lewat.
2. Perbaiki Niat
Apa pun yang dilakukan, arahkan kepada kebaikan:
belajar
bekerja
beribadah
Sehingga waktu yang berjalan tidak sia-sia.
3. Disiplin Terhadap Diri Sendiri
Musuh terbesar bukan waktu,
tetapi nafsu yang suka menunda dan bermalas-malasan.
4. Dekatkan Diri Kepada Allah
Semakin dekat seseorang kepada Allah,
semakin ia menghargai waktunya.
Karena ia sadar:
hidup ini bukan untuk bermain-main.
6. Pelajaran Batin (Untuk Yang Mau Memahami Lebih Dalam)
Dalam perjalanan ruhani (suluk), waktu bukan hanya sekadar detik dan jam.
Waktu adalah:
ruang yang Allah berikan untuk mengenal-Nya.
Setiap detik yang digunakan untuk:
mengingat Allah
memperbaiki hati
membersihkan diri
itu bukan sekadar waktu yang terpakai,
tetapi waktu yang berubah menjadi cahaya.
Sebaliknya, waktu yang disia-siakan,
akan menjadi penyesalan di kemudian hari.
Penutup
Jangan anggap remeh waktu yang lewat,
karena ia membawa sebagian hidupmu bersamanya.
Ketika kamu membuang waktu,
sesungguhnya kamu sedang membuang masa depanmu.
Dan ketika kamu menyia-nyiakan waktu,
sesungguhnya kamu sedang menzalimi dirimu sendiri.
Maka jagalah waktumu,
sebelum datang waktu di mana kamu ingin kembali—
namun tidak lagi diberi kesempatan.
Dayah ب
Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →