DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dari Ahli Sejarah Menuju Ahlul Baqa Billah
Kalam Hikmah:
"Jangan jadikan dirimu sebagai ahli sejarah, tetapi jadikanlah dirimu sebagai ahlul baqa billah."
1. Sekilas Terlihat Sederhana, Tapi Dalam Maknanya
Kalam ini sekilas seperti nasihat biasa,
namun hakikatnya menyentuh arah hidup manusia secara keseluruhan.
Ia sedang mengingatkan kita tentang dua jenis manusia:
yang sibuk dengan masa lalu
dan yang hidup dalam kesadaran kepada Allah
2. Ahli Sejarah: Hidup di Masa yang Sudah Berlalu
Menjadi “ahli sejarah” di sini bukan berarti mempelajari sejarah itu salah.
Yang dimaksud adalah:
orang yang hidupnya terjebak pada masa lalu.
Ciri-cirinya:
sering membanggakan masa lalu
menyesali apa yang sudah terjadi
hidup dalam kenangan, bukan dalam kesadaran
Ia banyak tahu cerita:
tentang orang-orang besar
tentang kejadian masa lalu
tentang perjalanan sejarah
Namun ia lupa:
dirinya sendiri belum sampai ke mana-mana.
Ilmunya banyak,
tetapi tidak mengubah keadaan batinnya.
3. Bahaya Terjebak dalam Masa Lalu
Orang yang hanya menjadi “ahli sejarah”:
tahu jalan, tapi tidak berjalan
tahu kisah, tapi tidak mengambil pelajaran
tahu kebenaran, tapi tidak mengamalkan
Ia sibuk menceritakan:
siapa yang sudah dekat dengan Allah
siapa yang sudah sampai
Namun ia sendiri belum melangkah.
Inilah bentuk kehalusan nafsu:
merasa cukup dengan mengetahui,
tanpa harus berubah.
4. Ahlul Baqa Billah: Hidup Bersama Allah
Lalu siapa itu ahlul baqa billah?
Dalam bahasa tasawuf:
baqa billah berarti “tetap bersama Allah”
yaitu keadaan di mana hati selalu sadar akan Allah
Ahlul baqa billah adalah orang yang:
hidupnya terhubung dengan Allah
hatinya tidak terputus dari-Nya
tidak larut dalam dunia dan masa lalu
Ia tidak sibuk menceritakan jalan,
tetapi sedang berjalan di atas jalan itu.
5. Dari Ilmu Menuju Kesadaran
Perbedaan besar antara keduanya adalah:
Ahli Sejarah
banyak tahu
banyak cerita
sedikit perubahan
Ahlul Baqa Billah
mungkin sedikit bicara
tetapi dalam hatinya ada kesadaran
hidupnya berubah dan terus bergerak
Karena dalam perjalanan menuju Allah,
yang dinilai bukan seberapa banyak yang kita tahu,
tetapi seberapa jauh kita sudah berjalan.
6. Jalan Menuju Baqa Billah
Bagaimana seseorang bisa sampai ke sana?
1. Tidak Berhenti pada Ilmu
Ilmu adalah awal,
bukan tujuan akhir.
2. Mengamalkan Apa yang Diketahui
Setiap ilmu harus dihidupkan dalam amal.
3. Membersihkan Hati
Karena yang menghalangi bukan kurangnya ilmu,
tetapi kotornya hati.
4. Terus Mengingat Allah
Zikir adalah jalan untuk menjaga kesadaran.
7. Pelajaran Batin (Untuk Yang Mau Masuk Lebih Dalam)
Dalam suluk, ada perbedaan antara:
mengetahui tentang Allah
dan bersama Allah
Ahli sejarah hanya mengetahui cerita tentang orang-orang yang sampai kepada Allah.
Sedangkan ahlul baqa billah:
merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya sendiri.
Ia tidak lagi sibuk dengan:
siapa dulu
apa yang sudah terjadi
Tetapi ia sibuk dengan:
“di mana aku sekarang di hadapan Allah?”
Penutup
Jangan habiskan hidupmu hanya untuk menceritakan masa lalu,
sementara dirimu sendiri tidak bergerak menuju Allah.
Jadilah orang yang hidup dalam kesadaran,
bukan sekadar dalam cerita.
Karena:
yang akan menyelamatkanmu bukan apa yang kamu ketahui,
tetapi apa yang kamu jalani bersama Allah.
Dayah ب
Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →