DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Mabuk Cinta: Antara Allah dan Dunia
Cermin Kejujuran Hati dalam Jalan Tarekat
Ada kalimat yang tampak sederhana, tetapi mengandung kedalaman ruhani yang tajam:
“Orang yang mabuk cintanya kepada Allah akan menyibukkan hatinya mencari tarekat,
sedangkan orang yang mabuk cintanya pada dunia pasti dia jauh dari tarekat.”
Kalimat ini bukan penghakiman,
tetapi cermin keadaan hati.
1. Mabuk Cinta kepada Allah
“Mabuk” di sini bukan hilang akal,
tetapi hati yang tidak lagi tenang tanpa Allah.
Tandanya:
Gelisah ketika jauh dari zikir
Tidak puas hanya dengan ibadah lahir
Haus akan bimbingan ruhani
Ingin memastikan hidupnya lurus, bukan sekadar terlihat benar
Orang seperti ini mencari tarekat,
bukan untuk kemuliaan,
tetapi untuk menyelamatkan hatinya.
2. Mengapa Cinta kepada Allah Mengantar ke Tarekat
Perjalanan menuju Allah memiliki tingkatan:
Syariat → mengatur perbuatan
Tarekat → membersihkan hati
Hakikat → menyadarkan
Makrifat → memperhalus rasa kehambaan
Orang yang benar-benar cinta kepada Allah:
Tidak puas di permukaan
Tidak nyaman dengan formalitas
Takut tertipu oleh amalnya sendiri
Baginya, tarekat adalah:
jalan aman bagi hati yang takut kehilangan Allah.
3. Mabuk Cinta Dunia
Sebagaimana cinta kepada Allah bisa “memabukkan”,
cinta dunia juga demikian—bahkan lebih banyak menipu.
Bentuknya:
Mabuk harta
Mabuk jabatan
Mabuk nama
Mabuk kenyamanan
Mabuk pujian
Akibatnya:
Agama dijadikan alat
Zikir hanya hiasan
Ilmu menjadi kebanggaan
Bukan karena ia membenci tarekat,
tetapi karena tarekat bertentangan dengan hawa nafsunya.
4. Jauh dari Tarekat Bukan Berarti Salah
Ini perlu diluruskan.
Banyak orang yang:
Rajin ibadah
Aktif dalam amal sosial
Tampak saleh secara lahir
Namun hatinya masih nyaman dengan dunia.
Ia tidak merasa butuh penyucian batin.
Bukan berarti ia salah,
tetapi belum dipanggil untuk masuk lebih dalam.
5. Ukuran Kejujuran Hati
Ukuran cinta sebenarnya sangat sederhana:
Apa yang paling membuatmu gelisah jika hilang?
Jika yang hilang dunia, lalu hati guncang—
maka cinta masih pada dunia.
Jika yang hilang rasa dekat dengan Allah, lalu hati gelisah—
maka di situlah cinta yang sebenarnya.
Dari sinilah arah hidup seseorang ditentukan.
6. Penutup Hikmah
Tarekat bukan untuk semua orang yang merasa cukup.
Ia dicari oleh mereka yang:
Takut cintanya salah arah
Takut amalnya kosong
Takut jauh dari Allah tanpa sadar
“Tarekat tidak dicari oleh orang yang merasa cukup,
tetapi oleh orang yang takut cintanya salah arah.”
Dan di akhir zaman,
yang paling berbahaya bukan kekurangan amal,
tetapi salah dalam mencintai.
Dayah ب Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →