Semua Kalam Hikmah Tasawuf Suluk Pengembangan Diri Spiritualitas

Orang yang mabuk cintanya kepada allah maka akan menyibukkan hatinya mencari tarekat,sedangkan orang yang mabuk cintanya pada dunia pasti dia jauh dari tarekat

DAYAH ب GONG

TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID

    

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Mabuk Cinta: Antara Allah dan Dunia

Cermin Kejujuran Hati dalam Jalan Tarekat

Ada kalimat yang tampak sederhana, tetapi mengandung kedalaman ruhani yang tajam:

“Orang yang mabuk cintanya kepada Allah akan menyibukkan hatinya mencari tarekat,
sedangkan orang yang mabuk cintanya pada dunia pasti dia jauh dari tarekat.”

Kalimat ini bukan penghakiman,
tetapi cermin keadaan hati.


1. Mabuk Cinta kepada Allah

“Mabuk” di sini bukan hilang akal,
tetapi hati yang tidak lagi tenang tanpa Allah.

Tandanya:

  • Gelisah ketika jauh dari zikir

  • Tidak puas hanya dengan ibadah lahir

  • Haus akan bimbingan ruhani

  • Ingin memastikan hidupnya lurus, bukan sekadar terlihat benar

Orang seperti ini mencari tarekat,
bukan untuk kemuliaan,
tetapi untuk menyelamatkan hatinya.


2. Mengapa Cinta kepada Allah Mengantar ke Tarekat

Perjalanan menuju Allah memiliki tingkatan:

  • Syariat → mengatur perbuatan

  • Tarekat → membersihkan hati

  • Hakikat → menyadarkan

  • Makrifat → memperhalus rasa kehambaan

Orang yang benar-benar cinta kepada Allah:

  • Tidak puas di permukaan

  • Tidak nyaman dengan formalitas

  • Takut tertipu oleh amalnya sendiri

Baginya, tarekat adalah:

jalan aman bagi hati yang takut kehilangan Allah.


3. Mabuk Cinta Dunia

Sebagaimana cinta kepada Allah bisa “memabukkan”,
cinta dunia juga demikian—bahkan lebih banyak menipu.

Bentuknya:

  • Mabuk harta

  • Mabuk jabatan

  • Mabuk nama

  • Mabuk kenyamanan

  • Mabuk pujian

Akibatnya:

  • Agama dijadikan alat

  • Zikir hanya hiasan

  • Ilmu menjadi kebanggaan

Bukan karena ia membenci tarekat,
tetapi karena tarekat bertentangan dengan hawa nafsunya.


4. Jauh dari Tarekat Bukan Berarti Salah

Ini perlu diluruskan.

Banyak orang yang:

  • Rajin ibadah

  • Aktif dalam amal sosial

  • Tampak saleh secara lahir

Namun hatinya masih nyaman dengan dunia.

Ia tidak merasa butuh penyucian batin.
Bukan berarti ia salah,
tetapi belum dipanggil untuk masuk lebih dalam.


5. Ukuran Kejujuran Hati

Ukuran cinta sebenarnya sangat sederhana:

Apa yang paling membuatmu gelisah jika hilang?

Jika yang hilang dunia, lalu hati guncang—
maka cinta masih pada dunia.

Jika yang hilang rasa dekat dengan Allah, lalu hati gelisah—
maka di situlah cinta yang sebenarnya.

Dari sinilah arah hidup seseorang ditentukan.


6. Penutup Hikmah

Tarekat bukan untuk semua orang yang merasa cukup.

Ia dicari oleh mereka yang:

  • Takut cintanya salah arah

  • Takut amalnya kosong

  • Takut jauh dari Allah tanpa sadar

“Tarekat tidak dicari oleh orang yang merasa cukup,
tetapi oleh orang yang takut cintanya salah arah.”

Dan di akhir zaman,
yang paling berbahaya bukan kekurangan amal,
tetapi salah dalam mencintai.


Dayah ب Gong  •  Tarekat Alfatihah Al-Majid

Komentar ()

Tulis komentar →