Semua Kalam Hikmah Tasawuf Suluk Pengembangan Diri Spiritualitas

Manusia tidak diberi hak untuk membuat hukum, menghalalkan dan mengharamkan segala sesuatu.kecuali untuk sebuah kemashalatan ( kebijakan).Menurut sudut pandang syariat hakikat dan makrifat


DAYAH ب GONG

TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID

    

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


⚖️ Hak Membuat Hukum dalam Islam

Tinjauan Syariat, Hakikat, dan Makrifat


✨ Pendahuluan

Pernyataan bahwa manusia tidak memiliki hak membuat hukum dalam Islam adalah benar. Namun, jika tidak dijelaskan dengan tertib, ia bisa disalahpahami—bahkan berujung pada sikap ekstrem.

Dalam Islam, persoalan ini harus dilihat dalam tiga lapisan utama:

  • Syariat

  • Hakikat

  • Makrifat

Ketiganya bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipahami sebagai tingkatan yang saling melengkapi dalam perjalanan ilmu dan ruhani.


🕌 1. Menurut Syariat

🔹 Prinsip Dasar

👉 Hak menetapkan halal dan haram secara mutlak hanyalah milik Allah.

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.”
(QS. Yusuf: 40)

🔹 Batasan Manusia

Manusia tidak berhak:

  • Menghalalkan yang telah diharamkan Allah

  • Mengharamkan yang telah dihalalkan Allah

🔹 Lalu Bagaimana dengan Hukum Buatan Manusia?

Dalam syariat, manusia diperbolehkan membuat aturan seperti:

  • Undang-undang

  • Kebijakan

  • Peraturan sosial

Dengan syarat:

  • Tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah

  • Bertujuan untuk kemaslahatan

📌 Inilah wilayah:

  • Ijtihad

  • Qiyas

  • Maslahah Mursalah

  • Siyasah Syar’iyyah

⚠️ Catatan penting:
Aturan manusia bukan penetapan halal–haram secara hakiki, melainkan pengaturan kehidupan sosial.


🌿 2. Menurut Hakikat

Pada tingkat hakikat, pembahasan tidak berhenti pada hukum lahir, tetapi masuk ke sumber kehendak.

🔹 Pandangan Hakikat

👉 Tidak ada hukum yang berjalan kecuali dengan izin Allah, meskipun secara lahir dibuat oleh manusia.

Orang yang memahami hakikat menyadari:

  • Manusia hanyalah alat

  • Allah adalah Musabbibul Asbab (Penyebab segala sebab)

“Kamu tidak menghendaki kecuali apabila Allah menghendaki.”
(QS. Al-Insan: 30)

🔹 Makna Penting

  • Jika kebijakan manusia selaras dengan kehendak Allah → benar secara hakikat

  • Jika menyimpang → bisa menjadi istidraj atau fitnah

📌 Pada tingkat ini, pertanyaannya bukan hanya:
“Siapa yang membuat hukum?”
tetapi:
“Dari mana hukum itu bersumber?”


🌌 3. Menurut Makrifat

Di tingkat makrifat, pembahasan menjadi lebih dalam—menyentuh penyaksian batin.

🔹 Pandangan Makrifat

👉 Tidak ada yang menetapkan hukum kecuali Allah, dan tidak ada yang benar-benar menyaksikan hukum kecuali orang yang mengenal-Nya.

Seorang ‘arif billah:

  • Tidak melihat dirinya sebagai pembuat hukum

  • Tidak melihat makhluk sebagai pemilik kuasa

  • Hanya menyaksikan tajalli kehendak Allah

“Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”
(QS. Ibrahim: 27)

🔹 Sikap Orang Makrifat

  • Taat syariat secara lahir

  • Tenang menerima qadar secara batin

  • Tidak sibuk menyalahkan makhluk

  • Tidak tergelincir pada klaim otoritas

📌 Dalam makrifat:

  • Mengaku punya hak menetapkan halal–haram → syirik khafi

  • Mengaku hanya Allah yang berhak, tetapi melanggar syariat → zindik


🔺 Kesimpulan Bertingkat

TingkatanPosisi Manusia
SyariatTidak berhak menetapkan halal–haram, hanya mengatur demi maslahat
HakikatHukum manusia berjalan hanya dengan izin Allah
MakrifatYang tampak membuat hukum hanyalah bayangan kehendak Allah

⚖️ Penegasan Penting

Agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemahaman:

Pernyataan kurang tepat:
“Manusia tidak diberi hak membuat hukum kecuali untuk kemaslahatan”

Pernyataan yang lebih tepat:
Manusia tidak memiliki hak menetapkan halal dan haram, tetapi diberi amanah untuk mengatur urusan dunia demi kemaslahatan, di bawah hukum Allah.


🌿 Penutup

Keseimbangan antara syariat, hakikat, dan makrifat adalah kunci agar seorang hamba tidak tergelincir:

  • Syariat menjaga agar tidak sesat

  • Hakikat memberi kedalaman makna

  • Makrifat menyempurnakan penyaksian

Barangsiapa memisahkan salah satunya, ia akan pincang.
Namun siapa yang menghimpunnya dengan ilmu, adab, dan kejujuran, ia akan berjalan lurus menuju Allah.


🌿 Wallahu a‘lam bish-shawab.



Dayah ب Gong  •  Tarekat Alfatihah Al-Majid

Komentar ()

Tulis komentar →