Semua Kalam Hikmah Tasawuf Suluk Pengembangan Diri Spiritualitas

Kalam Hikmah: "Ingatlah wahai manusia bahwa hidup hanya sebentar, waktu hanya sesaat (satu napas), dan kesempatan hanya sekali. Maka janganlah kamu sia-siakan kesempatan itu."

DAYAH ب GONG

TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID

    

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Hidup Hanya Sebentar
Waktu Hanya Sesaat. Kesempatan Hanya Sekali.

Kalimat ini bukan sekadar kata-kata, tapi peringatan hidup. Jujur dan menampar kesadaran. Mari kita bedah maknanya — pelan, tapi masuk ke hati.

   

Hidup hanya sebentar

Satu tarikan napas yang dipanjangkan

Yang membuat terasa lama bukan usia, tapi lalai

Waktu hanya sesaat

Datang tanpa izin, pergi tanpa pamit

Tidak bisa diulang

Kesempatan hanya sekali

Belum tentu esok ada lagi

Kalau lewat, yang tersisa hanya penyesalan

   

1. Hidup Hanya Sebentar

Manusia sering merasa hidup panjang karena masih bernapas, masih punya rencana, masih merasa “nanti bisa.”

 

Padahal dalam timbangan akhirat: hidup dunia itu hanya satu tarikan napas yang dipanjangkan.

Yang membuat hidup terasa lama bukan usia, tapi lalai.

   

2. Waktu Hanya Sesaat

Waktu tidak pernah benar-benar kita miliki. Ia:

       Datang tanpa izin

       Pergi tanpa pamit

       Tidak bisa diulang

 

Yang paling menyakitkan bukan waktu yang habis, tapi waktu yang dihabiskan tanpa sadar.

   

3. Kesempatan Hanya Sekali

Ini bagian paling tajam dari semua kalimat di atas.

Bisa tobat sekarang    belum tentu esok

Bisa sadar hari ini    belum tentu nanti

Bisa ikhlas saat ini    belum tentu diberi rasa lagi

Kesempatan mengenal Allah tidak diulang seperti dunia. Kalau kesempatan itu lewat, yang tersisa hanya penyesalan.

   

4. Dalam Manhaj Ruhani

Jangan tunda ketaatan, jangan anggap enteng hidayah, dan jangan bermain-main dengan kesadaran.

 

Orang yang benar-benar memahami ini:

       Tidak sibuk mengejar nama

       Tidak mabuk maqam

       Tidak menunda taubat

       Tidak berani sombong dalam agama

 

Ia hidup seolah hari ini adalah hari terakhirnya.

   

Kalam Penutup

“Hidup tidak menunggu kita siap,

waktu tidak menunggu kita sadar,

dan kesempatan tidak menunggu kita berubah.”

— Aamiin —


Dayah ب Gong  •  Tarekat Alfatihah Al-Majid

Komentar ()

Tulis komentar →