DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Hidup Hanya Sebentar
Waktu Hanya Sesaat. Kesempatan Hanya
Sekali.
Kalimat ini bukan sekadar kata-kata, tapi
peringatan hidup. Jujur dan menampar kesadaran. Mari kita bedah maknanya —
pelan, tapi masuk ke hati.
✦ ✦ ✦
Hidup hanya sebentar
Satu tarikan napas yang dipanjangkan
Yang membuat terasa lama bukan usia,
tapi lalai
Waktu hanya sesaat
Datang tanpa izin, pergi tanpa pamit
Tidak bisa diulang
Kesempatan hanya sekali
Belum tentu esok ada lagi
Kalau lewat, yang tersisa hanya
penyesalan
✦ ✦ ✦
1. Hidup
Hanya Sebentar
Manusia sering merasa hidup panjang karena
masih bernapas, masih punya rencana, masih merasa “nanti bisa.”
Padahal
dalam timbangan akhirat: hidup dunia itu hanya satu tarikan napas yang
dipanjangkan.
Yang membuat hidup terasa lama bukan
usia, tapi lalai.
✦ ✦ ✦
2. Waktu
Hanya Sesaat
Waktu tidak pernah benar-benar kita miliki.
Ia:
•
Datang tanpa izin
•
Pergi tanpa pamit
•
Tidak bisa diulang
Yang
paling menyakitkan bukan waktu yang habis, tapi waktu yang dihabiskan tanpa
sadar.
✦ ✦ ✦
3. Kesempatan
Hanya Sekali
Ini bagian paling tajam dari semua kalimat
di atas.
Bisa tobat
sekarang →
belum tentu esok
Bisa sadar
hari ini →
belum tentu nanti
Bisa ikhlas
saat ini →
belum tentu diberi rasa lagi
Kesempatan mengenal Allah tidak diulang
seperti dunia. Kalau kesempatan itu lewat, yang tersisa hanya penyesalan.
✦ ✦ ✦
4. Dalam
Manhaj Ruhani
Jangan
tunda ketaatan, jangan anggap enteng hidayah, dan jangan bermain-main dengan
kesadaran.
Orang yang benar-benar memahami ini:
•
Tidak sibuk mengejar
nama
•
Tidak mabuk maqam
•
Tidak menunda taubat
•
Tidak berani sombong
dalam agama
Ia hidup seolah hari ini adalah hari
terakhirnya.
✦ ✦ ✦
Kalam Penutup
“Hidup tidak menunggu kita siap,
waktu tidak menunggu kita sadar,
dan kesempatan tidak menunggu kita
berubah.”
— Aamiin —
Komentar ()
Tulis komentar →