Semua Kalam Hikmah Tasawuf Suluk Pengembangan Diri Spiritualitas

Kalam Hikmah: “Janganlah kamu menunda atau mengulur waktu, karena mengulur waktu adalah perangkap syaitan yang sangat dekat, halus, dan mulus dalam menggiring manusia masuk ke dalam perangkapnya.”

DAYAH ب GONG

TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID

    

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Taswîf: Perangkap Syaitan yang Paling Halus

Mengulur Waktu — Musuh Ketaatan yang Tersembunyi

Mengulur-ulur waktu (taswîf) adalah salah satu perangkat syaitan yang paling halus dan paling dekat dengan manusia. Syaitan jarang berkata, “Jangan taat.”

 

Yang jarang diucapkan syaitan:    “Jangan taat!”

Yang sering dibisikkan syaitan:    “Nanti dulu…”

 

Bukan menolak kebenaran — tapi membuat ketaatan tertunda hingga mati dengan sendirinya.

   

1. Hakikat Mengulur Waktu

Mengulur waktu bukan menolak kebenaran, tetapi menunda ketaatan sampai ketaatan itu mati dengan sendirinya.

 

Taubat    “nanti kalau sudah tenang”

Shalat tepat waktu    “sebentar lagi”

Menuntut ilmu    “kalau sudah ada waktu”

Berbuat baik    “tunggu kondisi pas”

 

Iman hidup di saat ini, bukan di nanti.

   

2. Mengapa Ia Sangat Dekat dengan Manusia?

Karena mengulur waktu memiliki ciri yang sangat berbahaya:

       Tidak terasa sebagai dosa

       Terlihat logis dan rasional

       Memberi rasa aman palsu

       Selaras dengan hawa nafsu

 

Syaitan tahu, manusia tidak kuat menolak kebenaran — maka kebenaran itu dibuat tertunda.

   

3. Dalil Maknawi (Ruh Al-Qur’an & Sunnah)

“Janganlah kamu menunda, karena kamu tidak tahu apa yang akan kamu peroleh esok hari.”

(Isyarat QS. Luqman: 34)

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: sehat sebelum sakit, hidup sebelum mati, waktu luang sebelum sibuk, muda sebelum tua, dan kaya sebelum miskin.”

(HR. Hakim)

Waktu adalah amanah, bukan milik kita.

   

4. Dalam Jalan Tarekat & Suluk

Dalam jalan ruhani, termasuk manhaj Alfatihah Al Majid, mengulur waktu adalah hijab paling tipis tapi paling berbahaya, karena:

       Ia menghentikan langkah tanpa terasa

       Ia membuat salik merasa “masih berjalan” padahal diam

       Ia mematikan istiqamah

 

“Amal kecil yang segera, lebih bernilai daripada niat besar yang ditunda.”

(Kalam Mursyid)

   

5. Lawan Utama Taswîf: Kesadaran Saat Ini

Bukan kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan taswîf, tetapi kesadaran di saat ini:

       Kerjakan sekarang meski sedikit

       Ucapkan istighfar saat sadar

       Shalat di awal waktu

       Jangan tunggu sempurna untuk taat

 

Kesempurnaan lahir setelah langkah pertama, bukan sebelumnya.

   

Penutup

Syaitan bekerja dengan jam,

sedangkan Allah bekerja dengan saat ini.

 

Siapa yang hidup di sekarang,

ia bersama Allah.

Siapa yang hidup di nanti,

ia sedang ditarik syaitan.

— Aamiin —

Dayah ب Gong  •  Tarekat Alfatihah Al-Majid



Komentar ()

Tulis komentar →