DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Cukup Satu: Allah
Dalam sunyi yang sering dilupakan manusia, ada seruan yang tidak terdengar oleh telinga—tetapi mengguncang hati yang masih hidup.
Seruan itu berkata:
Wahai manusia… berhentilah engkau.
Berhentilah mengejar nafsumu—
karena nafsu itu seperti serigala lapar,
yang tidak pernah kenyang,
yang menuntunmu perlahan menuju jurang,
membungkus kebinasaan dengan rasa manis yang menipu.
Berhentilah mengejar duniamu—
karena dunia hanyalah bayangan,
ia tampak nyata, tetapi kosong,
kau kejar ia, ia lari,
kau genggam ia, ia lenyap.
Berhentilah mengejar akhiratmu—
karena akhirat bukanlah pasar,
tempat amal ditukar dengan pahala,
sementara hatimu kosong dari cinta
dan jiwamu jauh dari pengenalan kepada Allah.
Berhentilah mengejar surgamu—
karena surga bukan Tuhanmu.
Ia hanyalah karunia, bukan tujuan.
Bahkan surga bisa menjadi hijab,
jika ia membuatmu lupa kepada Wajah Kekasih yang sejati.
Berhentilah mengejar pahalamu—
karena pahala yang kau hitung satu per satu
akan menjadi debu yang berterbangan,
jika dalam hatimu tidak ada Allah
sebagai satu-satunya tujuan.
Dan berhentilah mengejar nerakamu—
karena takut kepada api
tidak akan menyelamatkanmu,
jika engkau tidak pernah rindu kepada cahaya-Nya.
Mari… ikutlah.
Bukan karena aku lebih baik darimu,
bukan karena aku suci.
Tapi karena aku pernah jatuh,
pernah hancur,
pernah terbakar oleh dunia dan diriku sendiri—
dan aku tidak menemukan keselamatan
kecuali pada satu nama:
Allah.
Mari kita mengejar Allah—
Tuhan Yang Maha Esa,
yang tidak fana,
tidak berubah,
dan tidak pernah mengecewakan.
Karena dunia tidak akan mampu membawamu ke surga—
sebab ia sendiri akan hancur dan hilang.
Karena akhirat bisa menjadi malapetaka—
jika engkau menuju kepadanya tanpa Allah sebagai tujuan.
Karena pahala bisa berubah menjadi beban—
jika engkau beribadah demi hitungan, bukan cinta.
Karena surga bisa menjadi tirai—
yang menutup pandanganmu dari Tuhanmu sendiri.
Dan karena neraka pun—
bisa menjadi jalan menuju keselamatan,
jika ia menyucikanmu
dan mengembalikanmu kepada Allah.
Maka cukup satu:
Allah.
Bukan dunia.
Bukan akhirat.
Bukan pahala.
Bukan surga.
Karena jika engkau telah menemukan Allah,
maka semua yang lain
akan datang kepadamu—
bukan sebagai tujuan,
tetapi sebagai karunia.
🌿 Inilah jalan para pencari hakikat:
bukan mereka yang banyak memiliki,
tetapi mereka yang telah kehilangan segalanya…
kecuali Allah.
Dayah ب Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →