DAYAH ب GONG
TAREKAT AL-FATIHAH AL-MAJID
✶ ✶ ✶
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
TOLERANSI SEPERTI KERBAU BERKUBANG
Hidup Berdampingan Tanpa Kehilangan Prinsip
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dalam kehidupan sosial dan beragama, sering kali kita dihadapkan pada perbedaan — perbedaan keyakinan, kebiasaan, cara berpikir, hingga gaya hidup.
Di tengah semua itu, ada sebuah ungkapan sederhana namun penuh hikmah:
“Toleransi bersama kerbau; tidak mengganggu kerbau berkubang dan tidak ikut berkubang bersama kerbau.”
Sekilas terdengar ringan, namun jika direnungkan, ia mengandung prinsip besar tentang keseimbangan hidup dalam perbedaan.
🌿 1. Makna Perumpamaan
Perumpamaan ini bukan sekadar gambaran, tetapi simbol kehidupan.
Maknanya:
Kerbau berkubang → orang atau kelompok yang menjalankan cara hidupnya sendiri
Tidak mengganggu → menghormati dan membiarkan mereka dengan pilihannya
Tidak ikut berkubang → tidak terbawa arus yang bertentangan dengan prinsip diri
Dari sini lahir satu kesimpulan penting:
Hidup berdampingan dengan damai tanpa harus melebur dalam perbedaan.
🕋 2. Toleransi dalam Perspektif Islam
Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan — tidak keras, tapi juga tidak larut.
Toleransi bukan berarti:
Mencampuradukkan akidah
Mengikuti ibadah agama lain
Mengorbankan prinsip demi diterima
Namun toleransi berarti:
Menghormati hak orang lain untuk berbeda
Tidak memaksakan keyakinan
Tetap teguh menjaga akidah
Sebagaimana firman Allah:
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
(QS. Al-Kafirun: 6)
Ayat ini menjadi garis tegas sekaligus lembut:
Tidak mengganggu
Tidak ikut
🌌 3. Makna Lebih Dalam (Hakikat)
Jika ditarik ke dalam diri, perumpamaan ini menjadi lebih dalam lagi.
“Kerbau berkubang” bukan hanya orang lain —
tetapi juga nafsu dalam diri manusia.
Maknanya:
Nafsu sering “berkubang” dalam syahwat dan kebiasaan buruk
Jika diikuti, manusia akan tenggelam dalam lumpur dunia
Maka sikap seorang salik adalah:
Menyadari keberadaan nafsu
Namun tidak menuruti ajakannya
Inilah jalan mujahadah:
Melawan diri sendiri tanpa membenci ciptaan Allah
🔑 4. Pelajaran yang Bisa Diambil
Dari perumpamaan ini, lahir beberapa pelajaran penting:
Kita bisa hidup damai di tengah perbedaan
Kita wajib menjaga akidah dan prinsip
Kita tidak boleh ikut-ikutan tanpa ilmu
Kita tidak boleh merendahkan atau memusuhi hanya karena berbeda
Ini adalah tanda kedewasaan iman dan kejernihan hati.
🌍 5. Contoh dalam Kehidupan
Dalam agama:
Ketika tetangga berbeda agama merayakan hari besar mereka, kita menghormati tanpa harus ikut dalam ibadahnya.
Dalam pergaulan:
Jika ada teman melakukan sesuatu yang tidak baik, kita tidak memaksa, namun juga tidak ikut terjerumus.
Dalam perbedaan pendapat:
Kita menghargai pandangan orang lain tanpa harus kehilangan pendirian.
🔥 Penutup: Teguh Tanpa Keras, Lembut Tanpa Larut
Hidup di dunia ini pasti bertemu dengan perbedaan. Itu adalah sunnatullah.
Namun yang menjadi ukuran bukanlah seberapa banyak perbedaan,
melainkan bagaimana kita menyikapinya.
Tetap lembut dalam sikap
Tetap tegas dalam prinsip
Karena toleransi sejati bukanlah ikut semua,
tetapi mampu menjaga diri tanpa menyakiti yang lain.
“Jangan ganggu kerbau berkubang, tapi jangan pula ikut berkubang.”
Inilah jalan tengah:
hidup damai tanpa kehilangan arah menuju Allah.
Dayah ب Gong • Tarekat Alfatihah Al-Majid
Komentar ()
Tulis komentar →